Checklist pertama kali ke Jepang membantu Anda menghindari masalah yang sering dialami pelancong baru: kartu kredit ditolak di toko kecil, telepon mati karena tidak ada internet, atau bingung saat harus membeli tiket kereta. Jepang terkenal aman dan tertib, tetapi sistemnya berbeda dari Indonesia. Persiapan yang matang membuat perjalanan lebih lancar.
Dokumen dan Visa
Warga Indonesia memerlukan visa untuk masuk Jepang, kecuali ada kebijakan bebas visa yang berlaku saat keberangkatan. Periksa informasi resmi kedutaan Jepang di Jakarta minimal satu bulan sebelum berangkat. Siapkan paspor dengan masa berlaku setidaknya enam bulan, foto berwarna latar putih, formulir aplikasi, dan itinerary kasar. Simpan salinan digital semua dokumen di ponsel dan cloud.
Asuransi perjalanan sebaiknya diambil sejak awal, terutama yang mencakup biaya medis dan evakuasi. Jepang memiliki layanan kesehatan berkualitas, tetapi biaya rumah sakit bisa mahal bagi turis tanpa asuransi. Pilih polis yang jelas cakupannya dan simpan nomor darurat di tempat mudah diakses.
Uang Tunai dan Pembayaran
Banyak restoran, kuil, dan toko di Jepang masih menerima uang tunai. Kartu kredit semakin umum, terutama di kota besar, tetapi Anda akan kesulitan di daerah pinggiran atau warung kecil. Bawa yen dalam jumlah cukup, sekitar 30.000–50.000 yen per orang untuk kebutuhan harian selama beberapa hari. Tukar uang di bank atau money changer resmi sebelum berangkat, atau tarik di ATM 7-Eleven dan Japan Post yang menerima kartu asing.
Kartu debit dengan jaringan Visa atau Mastercard bisa digunakan di ATM tertentu, tetapi konfirmasi ke bank Anda soal biaya transaksi internasional. Simpan uang tunai di tempat terpisah dari dompet utama untuk berjaga-jaga. Untuk pengeluaran besar seperti hotel dan tiket kereta, kartu kredit tetap berguna.
Koneksi Internet dan Komunikasi
Koneksi internet menjadi kebutuhan dasar saat bepergian di Jepang. Pilihan populer adalah SIM card data lokal, eSIM, atau pocket WiFi. SIM card fisik cocok untuk perangkat yang mendukung, sedangkan eSIM lebih praktis karena bisa diaktifkan sebelum berangkat. Pocket WiFi berguna jika bepergian berkelompok dan perlu koneksi untuk beberapa perangkat. Bandingkan cakupan dan harga sesuai durasi tinggal.
Aplikasi navigasi seperti Google Maps dan Yahoo! Japan Transit membantu merencanakan rute kereta dan bus. Unduh peta offline untuk area yang akan dikunjungi. Untuk komunikasi darurat, catat nomor kedutaan Indonesia di Jepang dan layanan darurat setempat (polisi 110, ambulans dan pemadam kebakaran 119).
Transportasi dan Tiket
Jepang memiliki jaringan kereta yang efisien, tetapi tiket dan kartu transportasi perlu dipahami sejak awal. Kartu IC seperti Suica, Pasmo, atau ICOCA memudahkan pembayaran tarif kereta dan bus di kota besar. Kartu ini bisa dibeli di mesin tiket stasiun dengan uang tunai. Untuk perjalanan antarkota, pertimbangkan apakah JR Pass sesuai dengan rute Anda. Baca panduan memilih JR Pass atau tiket satuan agar tidak salah beli.
Pesan tiket shinkansen dan limited express lebih awal jika bepergian pada musim ramai, seperti liburan Golden Week atau akhir tahun. Aplikasi seperti SmartEX atau Klook memudahkan pemesanan. Pastikan Anda memahami aturan bagasi besar di shinkansen, karena beberapa kereta memerlukan reservasi tempat duduk khusus.
Etika dan Kebiasaan Lokal
Masyarakat Jepang sangat menghargai ketertiban dan kebersihan. Buang sampah di tempat yang disediakan atau bawa pulang sampah Anda jika tidak menemukan tempat sampah. Di kereta, jangan menelepon dan atur ponsel ke mode senyap. Antre dengan rapi saat menunggu kereta atau bus. Di kuil dan tempat suci, ikuti petunjuk cara berdoa dan jangan memotret di area yang dilarang.
Saat makan, tidak sopan memberi tip. Jika Anda menginap di ryokan, ikuti tata cara memakai yukata dan sandal yang disediakan. Untuk onsen, Anda perlu mandi terlebih dahulu sebelum masuk ke bak air panas. Panduan mencari onsen atau sento di Jepang membantu Anda memahami perbedaan dan aturannya.
Barang Bawaan dan Pakaian
Cuaca di Jepang berubah tajam antar musim. Periksa prakiraan cuaca sebelum berangkat dan sesuaikan pakaian. Bawa jas hujan ringan atau payung lipat karena hujan bisa datang tiba-tiba. Sepatu yang nyaman untuk berjalan jauh sangat penting, terutama jika Anda banyak berjalan kaki menjelajah kota. Bawa obat-obatan pribadi secukupnya, tetapi periksa aturan impor obat Jepang untuk obat tertentu yang memerlukan izin.
Adaptor colokan listrik tidak diperlukan karena Jepang menggunakan colokan dua kaki datar dengan tegangan 100V. Perangkat dengan steker tiga kaki atau tegangan berbeda memerlukan adaptor. Bawa power bank untuk mengisi daya ponsel saat bepergian seharian.
Rencana Perjalanan yang Fleksibel
Jangan terlalu memaksakan banyak destinasi dalam satu hari. Transportasi di Jepang tepat waktu, tetapi perpindahan antarstasiun dan jalan kaki bisa memakan waktu. Sisakan waktu untuk istirahat dan menikmati makanan lokal. Jika budget terbatas, baca cara menyusun rencana perjalanan Jepang dengan budget terbatas untuk mengatur pengeluaran.
Untuk pengalaman alam yang berbeda, Anda bisa mempertimbangkan menjelajah hutan di sekitar Dunkeld sebagai referensi destinasi alam, atau melihat resort Langkawi dengan suasana berbeda jika ingin membandingkan pilihan liburan pantai di Asia Tenggara. Fokus utama artikel ini tetap pada perjalanan ke Jepang.
Ringkasan
Checklist pertama kali ke Jepang mencakup dokumen perjalanan, uang tunai, koneksi internet, pemahaman transportasi, etika lokal, dan barang bawaan yang sesuai. Persiapkan semuanya sebelum berangkat, dan sisakan ruang untuk penyesuaian di lokasi. Perjalanan yang terencana memberi Anda lebih banyak kebebasan untuk menikmati budaya dan keindahan Jepang.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah perlu membawa uang tunai banyak ke Jepang?
Bawa uang tunai secukupnya untuk kebutuhan harian, terutama di daerah yang jarang menerima kartu. Sekitar 30.000–50.000 yen per orang untuk beberapa hari di luar penginapan dan transportasi utama sudah memadai. Tarik uang di ATM yang menerima kartu asing jika perlu.
Apakah kartu kredit bisa digunakan di mana-mana di Jepang?
Tidak semua tempat menerima kartu kredit. Kota besar dan hotel besar biasanya menerima, tetapi toko kecil, restoran keluarga, dan kuil sering hanya menerima uang tunai. Siapkan alternatif pembayaran tunai.
Bagaimana cara mendapatkan internet di Jepang?
Pilih SIM card data, eSIM, atau pocket WiFi sesuai kebutuhan. eSIM praktis karena bisa diaktifkan sebelum berangkat. Pastikan perangkat Anda kompatibel dan bandingkan cakupan serta harga.
